JAKARTA - Demi mengembangkan industri keuangan syariah di Asia Tenggara dan khususnya Indonesia, International Shariah Research Academy (ISRA) in Islamic Finance bersama dengan Dewan Syariah Nasional MUI akan menggelar Muzakarah Cendekiawan Syariah Nusantara di Hotel Mercure pekan depan, 25-26 Mei 2009.
 
 
 

Direktur Eksekutif ISRA, Mohamad Akram Laldin mengatakan Indonesia terpilih menjadi host karena industri keuangan syariah yang tumbuh pesat. "Melihat industri keuangan syariah cukup pesat dan pandangan para ulama dan cendekiawan Indonesia maka Muzakarah ke-3 diputuskan digelar di Indonesia," kata Akram di Gedung Majelis Ulama Indonesia, Senin (18/5).

Indonesia memainkan peran penting dalam perkembangan industri keuangan syariah kawasan Nusantara. DSN-MUI yang dilengkapi dengan jajaran Dewan Pengawas Syariah (DPS) menjadi salah satu pilar utama perkembangan industri tersebut. Peran DPS yang sangat penting dalam menjamin kesyariahan operasional perbankan syariah membuat keahlian DPS harus terus diupdate.

Industri keuangan syariah sendiri saat ini diramaikan oleh lima bank umum syariah, 26 unit usaha syariah, 133 BPRS, 38 asuransi syariah dan 3000 BMT. Jumlah DPS mencapai 122 orang dimana 87 orang di antaranya adalah DPS Perbankan. Akram mengatakan topik yang dibahas kali ini masih terkait dengan krisis ekonomi global. "Pengurusan risiko pada industri keuangan syariah amat penting agar tetap bertahan menghadapi krisis," kata Akram.

Dalam Muzakarah kali ini akan membahas topik seputar pemahaman operasi dan mekanisme perdagangan dan pertukaran mata uang, serta konsep dan mekanisme SWAP dalam institusi keuangan Islam. Pertukaran mata uang menjadi salah satu mekanisme yang digunakan bank untuk melindungi risiko, lanjut Akram, membuat topik tersebut sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini.

Sebelumnya Muzakarah Cendekiawan Syariah diselenggarakan di Malaysia. Muzakarah ke-1 digelar di Langkawi dengan fokus pada kontrak keuangan syariah, sementara Muzakarah ke-2 di Kuala Lumpur mengangkat tema wa'ad (janji) dalam keuangan syariah serta mengenai pendapatan yang tak bersih. Muzakarah Cendekiawan diprakarsai oleh ISRA yang berpusat di Malaysia dan berada di bawah naungan Bank Negara Malaysia.

Sementara itu Sekretaris DSN MUI, Ichwan Sam mengatakan program tersebut diharapkan dapat memberi pemikiran konstruktif dan produktif untuk mendorong perekonomian masyarakat Asia Tenggara. "Bagi DSN ekonomi syariah adalah pilihan aktivitas ekonomi penuh santun dan terbuka bagi pelaku pasar asal bisa mengikuti peraturan dan acuan dari DSN," kata Ichwan.

 

 

Sumber : Republica Online (Bisnis Syariah)